Monday, November 09, 2009

The guilt

Kadang, manusia cuma bisa berencana yang menentukan adalah Allah SWT. Tapi ada juga jenis manusia yang tidak sungguh2 melaksanakan, hanya bisa berencana.

Entah masuk kategori yang mana aku ini...

Rencana itu sudah ada, tapi ternyata...

Yang membuat aku sedih adalah bukan kepindahannya tapi lebih pada rasa bersalah kepada Adnan. Dulu Adnan g jadi aku masukin ke playgroup karena ada rencana pindah ini. Ternyata Allah SWT berkata lain.

Menyesal? ya! Karena Adnan berhak mendapatkan pendidikan yang terbaik.

Tapi toh menyesal tidak akan menyelesaikan masalah, kecuali hanya menambah beban di hati. Jadi sekarang, aku mengambil langkah ke depan. What to do!

Tadi udah tlp ke sekolah yang aku incar untuk Adnan. Sudah dikasih no. hp kepala sekolahnya untuk bertanya kl Adnan dimasukin bulan Januari bisa g. Soalnya uangnya baru ada bulan Desember

Bismillah, semoga Allah memberikan jalan...


Saturday, October 17, 2009

Kau Uji Aku Lagi ^_^

Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Tahu atas hamba-hambamu.
Kau pun tahu semua keinginan yang bercampur dengan kebutuhanku dan keluargaku.
Kau pun tahu tentang hati dan pikiran kami ya Allah.
Kadang aku merasa betapa Engkau selalu menguji dan menguji kami untuk mengesampingkan semua keinginan dan kebutuhan kami diatas orang lain.
Kemudian Engkau menguji keikhlasan kami dan kepasrahan kami sebagai hambaMu yang bergantung padaMu.
Karena ketika kami memilih untuk percaya padaMu dan janjiMu.
Kami benar-benar berada di dalam belas kasihanMu
Mungkin inilah caraMu agar kami terus mendekat padaMu,
Inilah caraMu menyayangi kami.
Kami berserah diri padaMu ya Allah
Karena kami percaya pada janjiMu
Dan mulai sekarang, kami akan berdoa dengan lebih spesifik, bukan untuk mendikteMu ya Allah, tapi karena Engkaulah yang mengajarkannya pada kami.
Ya Allah, berikanlah kami rizq untuk mengisi rumah baru kami. Sebuah sofa, kompor, korden, tempat tidur Adnan, rak piring dan lemari pakaian.
Berilah kami rizq untuk merenovasi bagian belakang rumah kami.
Berilah kami rizq untuk membeli komputer baru
Amiin...
Sesungguhnya Engkau Maha Tahu ya Allah... Untuk semua ini, kami serahkan kepadaMu... Cukupkanlah kami ya Allah...



Wednesday, October 14, 2009

Mungkinkah karena caranya yang salah?

Lagi pengen nulis :)

mau nulis soal miyabi, nanti malah makin banyak lagi web yang ada kata miyabinya.. hehehehehe, tapi honestly it bothers me a lot. soalnya from all of japanese artist.. kenapa harus miyabi? Sensasi tentunya.. hey.. kekerasan dan seks, menjual. Yah.. yang pasti mah harta yang bikin film g berkah, apalagi hal yang mereka lakukan itu membuat banyak orang pada akhirnya membeli film miyabi dan browsing tentang miyabi. Kira2 what will happen to them ya? Soalnya aku termasuk orang yang percaya pada teori energi positif dan energi negatifnya Pak Jamil, jadi I wonder...

Yang menarik adalah, status salah seorang teman di facebook. Dia menyalahkan para kyai karena woro2 dan heboh menentang kedatangan miyabi, jadinya banyak orang yang pada akhirnya tahu dan membeli film miyabi. Aku tadinya tanpa berpikir juga sedikit menyalahkan. Maksudku, mungkin caranya salah. Tapi apapun itu, adalah kewajiban setiap muslim untuk melaksanakan amar ma'ruf nahi mungkar. Kita g boleh sholeh sendirian. Jadi, aku merasa bersalah karena punya pikiran bahwa mereka salah, karena mereka tidak salah. Mereka benar. Hanya saja aku berpikir, mungkinkah cara mereka yang salah? Tapi kl g diliput berita, mungkin penolakan mereka juga akan seperti angin lalu dan tidak akan bergaung. Aku berharap semoga Miyabi g jadi main film, semoga dia ketakutan dan mundur. Aamin.

Hmmm apa yang sudah aku lakukan sebagai seorang muslimah untuk ini? Cuma bisa membencinya dalam hati, dan itu adalah selemah2nya iman... sigh....

Tuesday, October 06, 2009

Main Jual2an? Tidak lagi....

My business still sucks... ^_^;

Kl mau jujur, mungkin karena masih ada aura main2 dan bingung ngatur waktu. Atau mungkin karena kebanyakan baca komik? Padahal bisnis ini mulai tidak lagi main2. Ada orang-orang yang menggantungkan harapan di bisnis ini. Awalnya bisnis ini adalah sarana pembelajaran, lama2 ada ambisi yang mau diraih, lama-lama mulai ada orang yang menggantungkan harapan di sini.. Jadi bukan lagi main jual2an.

Mau bergerak cepat masih blm bisa... bukan karena bisnisnya.... tapi karena lagi sakit. Padahal harus ke suplier... Jadi cuma nyengir aja deh...

Semoga besok sudah sembuh.. soalnya harus cek stok barang... ^_^

Aamiin... ^_^

Sunday, September 13, 2009

Melow melow

Ini Adnan ketika masih 1 - 2 bulan...

To bring out a child to the world takes a lot of guts... Kebahagiaan ketika diberi nikmat tidak dapat diungkapkan. Terlebih ketika baru pertama kali merasakannya. Entah apakah aku sudah bersyukur dengan cara yang pantas atau belum. Sering kali aku merefleksi diri bahwa aku masih jauh dari mensyukuri nikmat Allah SAW yang ini. Mensyukuri bukan cuma bersujud di hadapannya, tetapi juga mendidik dan merawatnya. Kl sudah berpikir tentang ini, pasti aku menangis.. Sudahkah? Kayaknya sih belum... apalagi akhir-akhir ini kena sindrom merasa tidak mencintai.

Jadi ibu itu, macam-macam aja tantangannya. Mulai dari kehilangan diri karena sibuk mengurus orang lain, sindrom merasa tidak mencintai anak sendiri, stress, atau bahkan terlalu egois dengan terlalu memikirkan diri sendiri. Pantas rasanya ada banyak buku parenting yang laku di pasaran, karena we sometimes have no clue of what to do!



Tapi semua kebingungan itu terbayar ketika melihat senyumannya, atau wajah tertawanya. Rasa sayang pun selalu dipupuk oleh Allah SAW ketika dia jatuh sakit. Kekhawatiran akan kehilangan pada akhirnya akan membawa seorang ibu untuk kembali mencintai anaknya. Allah SAW memang selalu menyediakan 1001 cara untuk 1001 tantangan. Subhanallah...



Wacana untuk kembali menghadirkan sesosok manusia ke dunia sudah kembali dibicarakan dengan suami. Tapi agaknya harus menunggu sebelum hal itu terjadi. Ampuni kami ya Allah bila kami termasuk pada orang-orang yang tidak mempercayai ketentuanMu. Ampuni kami ya Allah, bila kami memakai teori manusia dalam urusan ini. Kl dipikir-pikir, aku juga belum siap untuk kembali menghadirkan sesosok manusia ke dunia. Masih belum pede dengan konsekuensi yang ada setelahnya. Sedikit sedih sih.. karena aku sebenarnya sudah rindu dengan semua kenikmatan masa kehamilan...